WUSV WORLD CHAMPIONSHIP 2011 (06.10.2011)
belicoff.com - 17/01/2012 - 22:38:55 pm
Mimpi buruk di WUSV 2011!!
20 anjing sakit setelah kejuaraan dunia WUSV 2011! Satu anjing mati!
Oleh Juergen Rixen
Selama dan tidak lama setelah Kejuaraan dunia WUSV di Kiev sekitar 20 anjing jatuh sakit terserang Babesiosis (semacam malaria), penularan penyakit diduga melalui kutu badan. Anjing betina dari swedia Turbaz Mikki mati tidak lama setelah kejuaraan dunia. Ia ikut terserang setelah 2 anjing peserta dari asia mati tanpa sebab yang jelas.
Pada bagian depan website kejuaraan dunia WUSV pun dipasang peringatan (relatif tersembunyi): “Kami himbau kepada anda untuk melindungi anjing peliharaan dari kutu badan. Hal tersebut sangat penting karena kutu badan sangat berbahaya bagi kesehatan anjing!” Para peserta tidak diinformasikan mengenai tingginya resiko tersebut, ketika hari minggu tidak diinformasikan juga, mengenai Ginoginelli dari Karthago sebagai anjing pertama yang sakit dan mengenai disediakannya klinik di sekertariat organisasi untuk merawat anjing secara optimal. Yang terbaru adalah pengumuman di stadion yang mengumumkan bahaya ini kepada para pelatih anjing. Setelah kejuaraan dunia di Ukraina mulai diperingatkan mengenai wabah kutu badan melalui internet dan tim jerman melindungi anjing mereka dengan semacam anti kutu (spot, persiapan dan pelindung leher). Sampai Kuba vom Fluchtweg sakit setelah kejuaraan dunia, seluruh anjing jerman dapat diselamatkan. Walaupun ganti rugi dikembalikan, kemudian ditindaklanjuti dimana SV masih menunjukan keterlibatannya secara finansial (seperti biaya dokter hewan).
Penyakit tersebut tentu saja mempengaruhi pertandingan, sebaliknya bagi yang mengorganisir. Orang Ukraina berusaha tampak ramah dan membantu. Di sisi lain tentara tetap digunakan untuk peralihan dari fase kepatuhan ke fase proteksi, pengawalan polisi untuk kelompok tracking dan memperlihatkan persiapan sederhana seperti situasi negara barat.
Situasi jalanan di Ukraina diperkirakan dipenuhi oleh mobil dan pejalan kaki tim dari Jerman. Penghormatan tersebut tidak menjadi masalah. Juga ketika di hotel, yang mana memiliki standart kebudayaan barat. Jenny Seefeld:” saya mungkin satu dari sedikit orang yang sangat kagum atas penghormatan dari pihak organisasi. Itu adalah hasil kerja yang benar-benar luar biasa! Saya pernah tinggal selama 3,5 tahun di Ungarn dan tahu bahwa hal itu cukup sulit di beberapa negara. Itu masalah yang sangat berbeda. Pertandingan itu diorganisir dengan baik! saya sangat respek.”
Walter Lenk memiliki pemikiran yang sama: ”secara keseluruhan orang dapat mengatakan acara WUSV merupakan kesempatan besar untuk organisasi dan kelanjutan kejuaraan dunia WUSV.”
Sejak 2009 Elena Shchyra mempersiapkan tanpa malu dan berusaha untuk “klub pusat untuk anjing gembala jerman di Ukraina” pertandingan anjing-anjing gembala Jerman. Sehingga ketika tahun 2010 ia pergi dengan mengendarai mobil sejauh 4000 km menuju kejuaraan dunia di Sevilla, di sana ia berdiri di stand untuk mempromosikan dengan menunjukan dokumen dan hadiah kecil untuk kejuaraan dunia. Ia merupakan pendukung internasional. Ia membantu para rekan olahraga dan perusahaan dari Belanda, Israel, Spanyol dan tentunya dari Jerman untuk mempersiapkan dan melaksanakan pertandingan. Elena Shchyra:”oleh karena itu saya ingin mengucapkan terimakasih untuk yang mengelola dan melaksanakan, juga untuk nama-nama klub pusat anjing gembala jerman di Ukraina, seluruh rekan olahraga yang telah membantu.”. Tapi juga untuk pemerintah Ukraina yang telah mendukung kejuaraan dunia. Elena Shchyra:”Acara itu khusus untuk mengumpulkan panitia kejuaraan dunia WUSV. Seluruh data formal dari peserta kejuaran dunia seperti anjing , visa dll dipersiapkan, agar tidak terjadi kesulitan di bea cukai.”
Banyaknya jumlah anjing yang sakit dan menderita termasuk yang berasal dari Ukraina. Elena Shchrya: “hal itu sangat disayangkan, ketika pelatih anjing atau anjing jatuh sakit, insiden tersebut harus diperhitungkan. Kami akan mengantisipasi di awal pertandingan kemungkinan bahaya dan infeksi yang disebabkan dari gigitan kutu. Hal itu selalu sangat disayangkan jika terjadi. Kami sangat bersedih atas kejadian tersebut. Kami memiliki kekhawatiran yang besar dan juga berusaha membantu mereka. Hal ini membuat kami menghargai waktu selama 2 bulan setelah kejuaraan dunia untuk menulis dan menawarkan bantuan kepada tim dan masyarakat.
Kejuaraan dunia sayangnya memiliki pengunjung yang tidak baik. Penonton, tidak bertindak langsung seperti penjaga atau pendamping selama perjalanan menuju Kiev. Di sana tidak berlaku juga tiket masuk yang murah (150 UAH untuk 4 hari, sekitar 14 Euro).
Dua bintang lapangan melakukan kesalahan, juara dunia Ronny van der Berghe dari Belgia tidak memulai pertandingan dengan baik karena Como von Bonauer Wald miliknya dalam masa pemulihan dari cedera bahu. Sharon Ronen (Israel) saat di kejuaraan dunia FCI di Rheine memutuskan untuk tidak melakukan perjalanan ke Kiev.
Sebagai juri fase mencari jejak (tracking) terdapat Doug Deacon (Kanada). Ia menilai pada hari pertama kompetisi, cedera kaki menurut ketua Diegel tidak dapat dilanjutkan dan diarahkan oleh petunjuk perjalanan yaitu Peter Mayer! (Austria, Pengawas pelatihan pemerintahan federal SVO).
Fase mencari jejak menjadi diskusi yang besar, medan mencari jejak yang sulit, kondisi cuaca yang ekstrim (angin kencang, gersang dan sinar matahari hingga sabtu sore, kemudian terus menerus hujan) membuat medan mencari jejak cukup menantang. Sehingga sebagian anjing tidak dapat menyelesaikan fase ini. Hal tersebut pada dasarnya sudah benar dan dapat dipahami bahwa sebuah kejuaraan dunia tidak dapat ditutup pada kompetisi di fase B dan C. Fase mencari jejak tidak dapat menjadi satu-satunya pencetak poin. Hal tersebut juga didukung oleh ketentuan yang terdapat dalam IPO.
Kali ini kendala juga melibatkan penonton dan pelatih anjing. Pelatih anjing harus menghadapi jalanan yang ekstrim untuk mencapai medan tracking. Masalah utama untuk si anjing adalah pada angin yang kencang dan debu yang membuat si anjing melakukan kesalahan pada medan pertandingan. Sehingga faktor cuaca dapat mempengaruhi performa yang baik, ditunjukan dari 56 anjing, dengan pencapaian 21 “V”, 20 “SG”, 13 “G” dan 2 “B”. Hal itu dapat diakhiri pada fase mencari jejak dengan 92 poin.
Juri pada fase kepatuhan merupakan panitia kejuaraan dunia WUSV 2010, Vicente Ferre dari Spanyol . Ia memberi sembilan nilai “memuaskan”. Juergen Ritzi dari Jerman sebagai juri di fase proteksi. Pada fase tersebut luar biasa, ia memberikan banyak – sebut saja 13 “memuaskan”. Pada tahun terakhir hanya sekali saja memberikan enam.
Andrey Schewtschenko (38 tahun, 1,83 m 93 kg anjing gembala jerman. Sebagai asisten fase proteksi berkecimpung di bidangnya sejak 20 tahun) dan Aleksander Chusar (29 th, 1.74cm, 82 Kg, berkecimpung di olahraga ini sejak 14 tahun). Pada pertanyaan anjing mana yang penampilannya mengagumkan jawabnya adalah Picco va-pe dari Slovakia.
Sergey Starovoytov bersama dengan anjingnya Cartagena Baxi menempati peringkat ke 72. 15 poin dari fase mencari jejak. Menabjukan tapi tidak sedikit penonton melihat kepatuhan yang luar biasa. Dengan luar biasa Baxi mulai melakukan rangkaian bebas dengan seksama dan harmonis di sebelah pelatihnya. Si anjing melakukan aplikasi aktif dan duduk. Ia melakukan gerakan duduk dengan cepat tetapi bebas dan teratur. Ia menunggu pelatihnya dengan penuh perhatian. Juga saat sikap duduk dan berdiri ia melakukan dengan pas. Baxi kemudian berlari kencang menuju pelatih. Si anjing menurunkan tempo. Dumble didapatkan kembali dengan pegangan yang nyaman dan yakin. Meskipun ia harus melakukan kembali dorongan. Baxi meninggalkan dumble tersebut kemudian meletakan dengan sedikit lambat . 97 poin.
Pada fase penjagaan ia dilakukan dengan kurang baik. Ia melepaskan pegangan penuh, mengacaukan persembunyian dan pada bagian kedua membutuhkan cengkraman yang kurang kuat dan masalah pegangan pada tugas bawaan terakhir. 84 poin
Nasib yang kurang baik didapat oleh Zbigniew Gorecki (Cekosovakia) dengan Yucci Vikar, mereka meraih 10 poin dari fase mencari jejak. Ia mendapat nilai sangat baik pada fase ‘B’. Si anjing melakukan urutan yang sangat baik. Berdempetan dengan sang pawang. Mengambil posisi dengan cepat dan berkonsentrasi penuh terhadap komando pawangnya. Dia berekspresi dengan gaya berdirinya. Berjalan dengan cepat dan duduk disamping dengan baik. Sikap akhir dilakukan dengan sigap dan baik. Yucci melakukan penangkapan kembali dengan baik. Ia berhasil mengambil dumble dengan baik. Si anjing berjalan dengan langkah yang cepat dan sedikit sekali menurunkan tempo. 96 poin.
Fase penjagaan harus dilakukan keduanya dalam kondisi cuaca angin yang sangat kencang. Pada bagian pertama si anjing memulai dengan enerjik dan memasang cengkraman yang kuat. Pada bagian ketangkasan ia menunjukkan sikap yang tenang. Pada saat menghadapi pawangnya ia sedikit kurang konsentrasi. Tidak terlalu baik hasil yang didapat dari bagian kedua. Setelah berlari dengan kencang ia tidak menggigit si helper namun hanya berlari di sekitarnya. Tidak terlalu kuat serangan kedua yang dilakukannya pada ujian tersebut. 89 poin dan posisi ke 73.
Marcos Ferre Real anak dari juri Vincente Ferre membawa Kerzo Jardines Del Real berada di posisi 78. Pasangan ini pada fase mencari jejak hanya mendapatkan satu poin!. Secara keseluruhan pada ketangkasan anjing ini harus lebih kuat, aktif dan bersemangat. Pada kedua haluan balik anjing ini terlihat sangat menyukai pekerjaannya. Duduk dan berdiri dilakukan dengan cepat. Yang perlu dicatat adalah, pada saat duduk ia harus dibantu dan pada saat berdiri ia tidak berdiri dengan stabil. Kerzo juga tidak tenang pada saat menggonggong karena ia harus dengan cepat melakukannya. Penonton mengetahui si anjing sangat aktif dari cara berjalannya. Itu juga berlaku untuk bagian mengambil dumble. Pada bawaan ke dua si anjing melompat dengan kuat dan membawa dengan yakin dumble yang dilempar dan harus menyelesaikan tugasnya dengan diakhiri posisi duduk yang baik. Kerzo harus bisa melewati halang rintang. Usaha yang lebih harus dilakukannya, ia berhasil menangkap tongkat yang dilempar melalui halang rintang. 96 poin.
Juga pada penjagaan Kerzo melakukan kesalahan. Kerzo tidak mencengkram dengan kuat dan tenang. Ia hanya mengelilingi blind dan tidak menyerang target. 92 Poin
Juara dunia tahun 2008 Pedro Luis Gutierrez Rebolledo bersama dengan anjingnya Blitz von der Eichendorfschule menempati posisi ke 53. Mereka juga tidak berhasil menyelesaikan fase mencari jejak dengan baik. 54 poin.
Kepatuhan dimulai Blitz dengan konsentrasi penuh terhadap tugasnya, ia melakukannya dengan cukup baik, menjaga jarak ideal dengan pawangnya dan melakukan semua yang ditugaskan. Ia dapat memahami arahan pelatih melalui tangannya. Pada tugas mengambil dumble si anjing dengan jelas mampu melakukannya. Ia dengan cepat berlari sendiri. Ia berlari mengejar dumble yang dilempar, dan kemudian menyerahkan kembali dumble ke si pawang. Ia melakukannya dengan meyakinkan dan cepat. Mereka menyelesaikan fase ini dengan mengantongi 96 poin.
Pada fase proteksi blitz banyak melakukan kesalahan kecil. Ia terlihat stabil, tapi tidak mengganggu helper dari awal hingga akhir tugas. Ia memiliki kecepatan yang ditunjukkannya, berat dan kemudian menempatkan dirinya pada posisi duduk. Ia harus memperbaiki sikap menunggunya dengan lebih patuh lagi. Melakukan penyerangan dengan lebih solid dan gigitan yang penuh. Pada posisi kembali dari pengejaran teknik yang ditnjukkan terlihat modern. Blitz melakukannya seperti sudah sering dilatih tanpa kontak dengan pelatihnya. Ia berjalan sendiri. Setelah berlari jauh ia segera mendekati pawangnya. Ia melakukan pertahanan dengan menggigit pada tangan helper dengan tidak terlalu kuat. Blitz masih terus menggonggong kepada petugas sampai pawang mendekatinya. 94 poin.
Juara nasional Jerman Jeannette “jenny” Seefed bersama Ginoginelli vom Karthago tidak beruntung dengan perlombaan kali ini. Pada fase mencari jejak mereka hanya menghasilkan 21 poin. Jeny: “Pada hari sabtu, kami telah mempersiapkan tempat latihan mencari jejak, saya sangat santai pada bagian mencari jejak. Gino adalah anjing yang sangat tenang pada tugas mencari jejak. Ia telah berusaha mencari dengan maksimal barang yang ditentukan. Tapi kemudian, semua berakhir pada pos pertama. Seorang penggemar olahraga dari turki merekamnya, Ginoginelli sejak pos pertama telah berjuang selama 8 menit. Ia mengeluarkan busa dari mulutnya, dan itulah kemungkinan kenapa ia tidak dapat menyelesaikan tugasnya.”
Penjagaan adalah tugas berikutnya untuk mereka, performa yang modern ditunjukkan keduanya. Ginoginelli melakukan serangan dan cengkraman yang kuat sampai pada saat harus dipisahkan dari targetnya. Tugas menjaga wilayah tidak terlalu baik dikerjakan. Secara keseluruhan penampilan pada fase ini baik. Pada pengejaran target, setelah lari yang panjang target diserang namun tidak terlalu kenceng cengkraman dan gigitannya. Semua penampilan terbayarkan dengan nilai yang memuaskan. 97 poin.
Dari fase kepatuhan menghasilkan predikat ‘mengesankan’, dari semua tiga bagian ujian si anjing harus berusaha lebih untuk mendapatkan predikat sangat baik. Sikap duduk diberikan nilai ‘baik’, si anjing duduk dengan cepat. 96 poin. Jenny: “Pada saat pemanggilan kembali saya melihat matanya keruh, tidak bening, dari situ saya tahu ia telah bekerja keras, biasanya ia masih mau untuk bekerja, tapi kali ini tidak. Saya merasa ada yang tidak beres. Pada bagian kepatuhan ia terlihat sangat lelah, dan segera setelah itu ia segera tertidur pulas di mobil. Hari minggu pagi Birgit Baier menemukan tanda pada punggungnya dan darah pada urinnya. Dokter hewan segera mengontak klinik terdekat, dan kami segera menuju kesana dengan memakan waktu setengah jam. Gino mendapatkan tujuh suntikan. Syukurlah pada malamnya Gino kembali pulih. Si anjing kembali sehat, namun ini menjadi kejuaraan terakhir baginya.
Empat dari lima kontestan memperoleh nilai terbaik pada fase penjagaan salah satunya adalah Tomi Vanhala dan Troyen’s Yrmy. Si anjing sangat kuat, memasang cengkraman kuat dan penuh. Ia melepas gigitan dengan bersih dan melanjutkan dengan terus menggonggong. Setelah ia mendapatkan instruksi dari pawangnya di kepatuhan mereka menunjukkan performa yang hebat, akan tetapi pada tugas membawa kembali ia tidak dalam performa terbaiknya. Yrmy melakukan kesalahan pada saat membawa kembali dumble yang dilempar. Pada posisi dasar penjagaan juga ia melakukan kesalahan. 97 poin.
Pada tugas kepatuhan yrmy menunjukkan performa yang solid dan teknik yang baik, namun tugas lompatan balik tidak dikerjakan olehnya dan mengakibatkan ia hanya mendapat nilai 90 poin, dan lebih miris lagi hanya 17 poin dari fase mencari jejak.
Peserta dari Taiwan Huang te Kuang dan Chagall vom Teichblick tidak menghasilkan nilai sama sekali dari fase mencari jejak. Mereka gagal!. Pada kepatuhan, 92 poin. Si anjing bekerja dengan aktif dan bersemangat, hanya sedikit kesalahan pada pelarian. Posisi berjalan pada tugas ‘membawa kembali’ harus lebih diperhatikan. Pada tugas penjagaan Chagall sangat enerjik, wasit Ritzi melihatnya sangat bersemangat mengintai target yang bersembunyi di balik tempat persembunyian. Dengan gonggongan yang keras, cepat dan berulang-ulang ia menyerang target dan menggigit lengannya, namun ia menjadi sedikit tidak tenang. 97 poin.
Posisi 37 ditempati oleh Svenn Kassel bersama Harro von Wunschbachtal. Pada fase mencari jejak 91 poin mereka raih. Svenn: “saya sangat yakin pada anjing saya, oleh karena itu ia saya lepas sendiri, sayang ia harus kehilangan konsentrasi pada sudut ketiga, namun apa mau dikata itulah perjuangan.”
Fase kepatuhan dimulai Harro dengan penuh perhatian, fokus. Sedikit cela pada tugas ini, Harro lupa urutan pada bagian terakhir, namun predikat ‘mengesankan’ tetap berhasil diraih. Pada tugas duduk-berdiri, Harro dinilai kurang sigap, harus beberapa kali aba-aba sebelum ia berhasil mengerti dan melakukan tugas yang diberikan.
Menggonggong dan kemudian berdiri ditunjukkan dengan progres yang baik, sikap setelah duduk dan berdiri sangat baik dan ditutup dengan sikap akhir yang benar. Dari tiga tugas ‘membawa’ si anjing harus membawa dengan tenang. dumble dibawa dengan yakinnya sampai berhasil kembali ke pawang. Tempo yang baik ditunjukkan pada ujian berikutnya. Posisi meletakkan setelah tugas membawa menjadi perhatian penonton, ia menyelesaikannya segera sebelum waktu habis. 91 poin.
Anjing yang bagus dan latihan teratur dapat memberikan hasil yang baik. Fase proteksi pada kejuaraan ini ditutup Harro dan Svenn dengan 84poin. Harro memang menunjukkan serangan yang ganas dan cengkraman yang kuat, namun kali ini dia tidak berhasil menguasai targetnya secara penuh. Ujian terakhir Harro beraksi pada komando ke tiga dan bertingkah tidak tenang. Ia hanya berdiri terpaku. Svenn: “pada fase C, anjngku tidak bisa menampilkan sikap berdiri yang telah kami latih dengan sangat baik. Ini aneh, sempat terlintas mungkin anjingku juga terinfeksi babesiosis, karena pada pagi harinya ia sempat menunjukkan gejala berdeham.”
Oswald Stanka dari Austria berjuang bersama Ouzu vomWolfsgraben. Mereka menempati posisi ke 31. Dari fase mencari jejak mereka meraih 90 poin, pada fase kepatuhan mereka meraih 82 poin. Pada ujian selanjutnya team ini tidak terlalu berhasil. Pada Ablage sebelumnya anjing ini memperoleh hasil mengesankan. Durasi ablage tidak terlalu baik. Selanjutnya Ouzu melakukan tugas kesiagaan (schutzdienst). Si anjing harus berlari mendekati blind dengan penuh keyakinan. Pada tugas ‘revieren’ si anjing mengganggu helper yang bersembunyi dan menggonggong kepadanya namun tidak terlalu keras. Ouzu dengan yakin dan kuat mencengkram tangan helper, dia mangawasi si helper dengan tajam, tetap tidak melepas cengkramannya namun sudah tidak terlalu kuat lagi. Ouzu melakukan tugas Unterordnung bersama pelatihnya dengan baik dan menghasil kan predikat ‘baik’. 96 poin untuknya.
Joeri Veth kam dan Onta von Karthago dari belanda pada tempat ke 30. Hasil yang baik pada fase mencari jejak mendapatkan posisi yang lebih baik. 75 poin didapat, lebih baik mereka di fase B dan C. Si anjing menjalani urutan yang penuh dengan perhatian, ketelitian, dan penyelesaian tugas yang sangat baik pada fase kepatuhan. Sikap duduk berdiri dikerjakan dengan mudahnya. Si anjing tahu persis yang dilakukan, berlari menuju pawangnya, mengiringinya dan duduk mengakhiri aksinya.
Onta mengerjakan seluruh tugasnya dengan sangat baik. Pada varian pertama onta mampu tampil meyakinkan. Setelh berhasil melewati halang rintang, dia duduk manis. Onta juga melakukan bagian pelemparan dan peletakan dengan baik. 96poin.
Pada tugas penjagaan onta juga melakukan tugas dengan baik, menjaga pertahanan, mencengkram kuat, mengawasi dengan jeli dan membuat kagum para penontonnya. Onta tidak menggonggong pada pawangnya dan segera mengerjakan tugas kepatuhan. Pada fase penjagaan ia mendapat pengurangan nilai karena dua kali benturan yang dibuat. 97 poin
Pada posisi 26 juga ditempati oleh orang belanda dengan kemenangan di schutzdienst. Edwin Veenstra, anak dari Peter Veenstra yang meninggal tahun lalu di Sevilla membawa anjing ayahnya Joury van Hildernise. Mereka mendapat 88 poin di fase A dan 86 poin di fase B (pada ujian uduk, si anjing tetap berdiri dan pawangnya melakukan hal sebaliknya.) pada fase C joury sangat bersemangat dengan cengkramannya sampai akhirnya dipisahkan dengan tenang. Sang pelatih mengambil jarak agak jauh untuk membiarkan si anjing mendekatinya dengan tugas ‘membawa’. Dan si anjing dapat melaksanaan dengan mudah. Juri Ritzi terkesan dan memberikan nilai 96. Genderng kejuaraan dunia telah ditabuh ditandai dngan Edwin Veenstra dan Joury sebagai tim pertama di bagian C pada kamis pkl. 08:15.
Dengan 272 poin Lee Taewon dari korea selatan dan Iwan of Bosung Wolf ditempat 22, 81 poin mereka dapat dari penampilan di unterordnung. Iwan cukup beruntung kali ini, karena pada tugas duduk-berdiri, iwan melakukan kesalahan namun juri tidak melihatnya. Iwan tidak langsung duduk ketika di suruh dan masih bergerak ketika sudah dalam posisi duduk, namun nilai ‘istimewa’ didapatnya. Pada tugas membawa iwan juga mendapat predikat baik. Dari dua tugas yang diberikan 95 poin berhasil diraih. Pada schuzdiens iwan memperlihatkan kekuatannya, mencengkram kuat hingga akhirnya dilepaskan oleh pawangnya. Iwan segera merespon ketika dipanggil dari tempat persembunyian, ia berlari dan menggonggong kepada helper, lemah, dan kembai ke pawangnya. 96 poin. Tim ini mendapatkan nilai yang sama persis seperti di Sevilla untuk fase B dan C, sayangnya pada waktu itu mereka mendapat nilai buruk pada Fahrte sehingga mempengaruhi hasil akhir.
Tempat 20 diraih oleh Karina Pavlenko dan Eblub van den Spoorladen. Tim ini menghasilkan 97/84/92, bukan hasil yang mengejutkan. Karena jarak terbang yang jauh, si anjing mengalami jetlag dan merepotkan helper Aleksander Chusar.
Penampilan yang mengesankan berikutnya pada schdinst adalah posisi 19. Sebstien hacquard dan maica von der Monwiese (perancis) memulai ujian dengan cepat, tujuan yang jelas, dan energy untuk menuju tepat pesembunyian. Pada schutzdienst sebastien menjalani dengan mantap, cengkraman kuat dan meyakinkan, sebastien terlihat mandiri, tidak terlihat takut dengan sekitar dan manja pada pawangnya. Atas penampilannya juri Ritzi memberinya nilai 96.
Pada unterordnung tim ini mengumpulkan nilai mengesankan, lompatan dan tugas membawa dilakukan dengan sangat baik. Tapi sayang pada tugas duduk-berdiri mereka mendapat nilai tidak teralu bagus dari juri Ferre. Juri menilai respon mereka terlalu lambat, sehingga hanya diberikan nilai 81.
Wakil Jerman Sascha Angelmaier berhasil menempati urutan ke 16 bersama anjingnya Caro vom Brigar. 97 poin didapatkan keduanya dari fahrte. Unterordnung diawali dengan kemampuan lebih dalam urutan bebas. Caro berkonsentasi dalam keadaan yang sangat baik dan berjalan dengan hentakan yang lembut, melakukan perubahan arah juga sama baiknya, akan tetapi agak kurang dalam sikap duduk. Caro melakukan berdiri-duduk dengan cepat, sedikit kesalahan namun ditutup dengan sikap pasti dan menawan. Pada ujian pertama diawali dengan tidak terlalu baik. Caro mengembalikan dumble kepada pawangnya tepat di depan kaki pawangnya, namun demikian mereka tetap melanjutkan aksinya, caro kali ini menggigit kayu dengan tenang dan pasti. Ia seperti tidak mau mengulangi kesalahannya. Atas usahanya juri memberikan poin 86.
Sascha: “caro memulai dengan tegang, tidak seperti kejuaraan sebelumnya. Caro melakukan kesalahan yang sangat mendasar, saya sudah menduga hal ini akan terjadi karena hal ini adalah masalahnya dalam masa latihannya. Untungnya pada tugas berikutnya ia memiliki energy lebih untuk melakukan tugas membawa dan melakukan lompatan yang baik.
Pada fase Penjagaan caro memulai dengan serangan yang garang, memasang kuda2, menggangu helper, menggongong dan melakukan serangan, setelah selesai ia mengakhiri dengan sebuah gonggongan. Pemanggilan kembali untuk melakukan posisi sembunyi bukan masalah bagi mereka. Selama tugas membawa si anjing bertahan dengan baik. pada bagian kedua tugas berjaga, caro menunjukan cengkraannya yang kuat. Ia menunjukkan fase penyerangan dan pemisahan yang teratur.
Kedua tugas membawanya tidak terlalu enak dilihat. Setelah mengantar bawaan si anjing mengambil beberapa langkah dan duduk di samping pelatihnya, dan melirik pelatih untuk diberitahu langkah selanjutnya. Wasit Ritzi mengkritik kedua fase penggigitan, pada pengungsian si anjing tidak dominan, pada fase terakhir gigitannya dianggap tidak mantap. 93 poin.
Sascha: “pada tugas berjaga kedua petugas menunjukan motivas yang tinggi, terlihat dengan cara kerjanya yang terkesan terburu-buru. Caro menunjukan kemampuannya, cengkraman yg mengesankan, pelepasan gigitan yang gagah dan tekanan yang mengagumkan pada saat mengawasi ‘mangsa’-nya. Menakjubkan ini adalah pengalaman baru untuk ku dan anjingku.’
Heinz Leuzinger dari Swiss berada di tempat ke sepuluh bersama anjingnya Onja vom Fliesenstein. 90 poin mereka dapatkan dari fase mencari jejak. Tugas Unterordnung keduanya berhasil mengumpulkan 93 poin. Si anjing melakukan urutan2 tugas dengan bersemangat, aktif, tanpa basa basi dan fokus. Onja sangat tenang di arena, melakukan posisi duduk dengan baik dan berdiri dengan sigap tanpa ada kelebihan langkah dari yang ditentukan. Pada tugas membawa juga dilakukan saat baiknya. Hasil kerjanya itu membuat juri memberikan 3 kali ‘mengesankan’.
Agak sedikit berbeda yang dilakukan Onja pada tugas penjagaan, dia melakukan gigitan yang penuh, pertahanan dan cengkraman yang tenang dan juga pelepasan gigitan yang tanpa cela. Pada fase menggigit Onja bekerja melawan helper pertandingan menggigit dengan elegan, tidak bergelantungan di tangan helper seperti anjing lain, dan juri menganggap itu sangat baik. Onja menggonggong dengan teratur dan hanya sedikit terputus. Agak sedikit cela pada tugas membawa si pawang tidak terlalu berkonsentrasi pada tugasnya dan melakukan sedikit kesalahan. 96 poin.
Peringkat yang lebih tinggi didapat oleh Susana Tanturi bersama dengan Bacteroides Sera dari Finlandia. 94 poin dikumpulkan team ini, dari unterordnung 90 poin diraih. Sera memulai dengan baik, tapi melintasi rintangan menjadi masalahnya. Ada lompatan yang kurang dikerjakan oleh Sera. Pada tugas berjaga anjing betina yang besar ini terlihat begitu gagah. Namun sayang tdak selalu mencengkram penuh. Wasit Ritzi menilainya sebagai sebuah ketidaksempurnaan dalam performa.
Melihat tongkat pemukul yang dipegang helper, Sera langsung bereaksi, mengeram dan melakukan serangan tertuju ke tangan helper. Dengan sedikit pancingan berlari saja Sera segera mengejar helper dan mengincar tangannya. Itu baik sekali menurut juri. Pada tugas membawa sera terlalu banyak menggonggong dan dianggap kurang tenang, namun secara keselurahan penamilannya baik. 96 poin.
Tobias Oleynik (Jerman) Dan Kuba vom Fluchtweg memantapkan diri pada posisi 7. 97 poin mereka raih dari bagian A, Tobias sangat gembira dengan hasil itu. Ia berkata: “ kuba mengerahkan segala kemampuannya pada fahrte. Sangat menakjubkan. Hidungnya bagai radar yang sangat canggih untuk mencari jejak.” Tugas unterordnungnya bukan seperti pelaksanaan tugas, tetapi lebih seperti sebuah pertunjukan yang sangat elegan. Dua bagian tugas yang diberikan, wasit memberinya nilai ‘A’ (sangat baik), duduk pengejaran dumble dan tugas lainnya mendapat hasil memuaskan. 98 poin!
Tobias: “kuba sangat menikmatinya. Menikmati tugas yang diberikan bagi anjing adalah tujuan kami ketika melatih anjing, sehingga bisa tercipta sinegi antara pawang dan si anjing.” Kuba dengan penuh konsentrasi melakukan urutan tugas yang diberikan. Ia melakukannya dengan aktif. Lebih banyak kemajuan yang ditunjukkan dibanding penampilannya di Meppen.
Pada bagian tugas selanjutnya ia lebih sigap lagi, memperhatikan pawang sambil menunggu aba2 selanjutnya. Kuba menggonnggong dan segera berdiri menghampiri ketika dikomando pawang. Ia membawa dumble dengan cepat, sigap, dan tenang pada tugas membawa. Kuba juga melompati papan dengan baik, badannya tidak mengenai papan yang dilompati. Lompatan dan tugas bawaannya lepas dari kritikan juri. Bantuan-bantuan kecil yang dilakukan oleh pawang juga tidak bermasalah untuk juri.
Pada fase C yang diselenggarakan pada kamis siang ternyata bukan performa terbaiknya. Pada tugas menjaga daerah memang kuba sigap melakukannya, mengonggong dengan gagah, dan mendapat applaus dari penonton, tapi cengkamannya kurang penuh. Pada bagian kedua tugas menjaga kuba melakukanya dengan enerjik, ia memperbaiki gigitannya, akan tetapi pada aba2 ketiga ia membuat wasit Ritzi terkejut dengan lupa tidak memberikan aba2 untuk menyerang target kepada anjingnya dan segera mengakhiri performanya. Atas hal itu wasit ritzy memberikan poin 87.
Posisi ke lima ditempati oleh Marc gander dari swiss dengan anjingnya Dasty von Schloss Birkenstein. 98 poin untuk mencari jejak. Bagian pertama tugas unterordnung, tim ini terlihat kurang bersemangat, dast memang memperhatikan aba2, namun yang dilakukan agak sedikit keluar jalur dari yang ditentukan. Tugas duduk dan menggonggong pun dilakukan dengan lambat, namun segera berdiri, dengan cepat ia menghapiri pawang.
Pada tugas Apportieren (ketangkasan) Dasty membawa dumble kembali ke pawang dengan baik, melompati rintangan juga sama baiknya. Tidak menjadi perhatian khusus sedikit kegusaran dasty pada saat posisi duduk dan pada saat membawa dumble bagi wasit. Itu dianggap masih dalam batas normal. 96 poin berhasil diraih.
Sebuah serangan yang sangat baik dilakukan pada tugas penjagaan, dasty juga melakukan penjagaan yang sangat rapat pada daerah persembunyian. Penampilan yang menawan. Ia menunjukkan cengkraman yang sangat baik ketika menyerang target, tetapi ia harus melakukan pengulangan ketika kembali dari persembunyian target karena dianggap terburu2.
Pada bagian membawa, ia melakukannya dengan posisi yang benar. Sekali melompat mengikuti dibelakang pawang (baik). Pada tugas mengawal ia sedikit dipaksa untuk melakukannya, tidak atas inisiatif sendri. Pada saat kembali dari pengambilan barang, ia menggigit bawaan dengan kuat, lalu menyerahkan dengan baik. Si anjing terlihat sangat tergantung pada pelatihnya, ia harus memperbaiki sikap itu pada tugas2 berikutnya dan berani melakukan tugas dengan kemampuan sendiri. 91 poin
Kejuaraan nasional di Meppen menempatkan Hasko vom Waldwinkel dan Walter Lenk dengan 99/90/97 poin pada posisi ke empat. Di Kiev mereka juga berhasil menempati posisi yang sama dengan hanya tersisih satu poin lebih rendah. Pada fase kepatuhan Hasko memberikan performa terbaiknya, si anjing pada awalnya kurang fokus, berjalan tidak stabil dan tidak bersemangat. Pada perintah duduk ia hanya diam berdiri, memasuki arena lomba pun pawang harus dengan segenap usaha ekstra membujuknya.
Mungkin demam panggung dialami anjing itu. Setelah bebarapa saat anjing memulai aksinya dengan cepat dan gesit, sedikit kurang sempurna pada sikap dasar dan duduk. Itu menjadi perhatian juri. Pada tugas ‘membawa’ pertama Hasko harus dengan tenang meletakkan bawaannya di tanah, dan kemudian melakukan posisi duduk. Ia berjalan dengan cepat untuk mengambil dumble, memungutnya dengan mantap dan segera membawanya kepada pawang. ‘memuaskan’ predikat yang berhasil diraihnya.
Hasko berhasil elewati halang rintang sambil membawa kayu dengan baik. Ia memperoleh nilai ‘sangat memuaskan’ dan ‘memuaskan’ dari kedua tugas yang diberikan. 91 poin untuknya.
Tugas penjagaan diawali dengan serangan mendekati tempat persembunyian target. Ia bersiap-siap dan menggonggong dengan keras dan terus menerus. Pada bagian pertama ia menyerang dan menggigit dengan penuh, setelah itu perlahan melepasnya. Pada tugas yang ke dua, Hasko melakukan hal yang berbeda, serangannya tidak terlalu kuat namun efektif. Percobaan perbaikan penampilan dilakukan karena cara pertama menghabiskan banyak waktu. Di percobaan terakhir kembali hasko kehabisan waktu. 97 poin.
Hasko juga terinfeksi babesiosis. Walter Leng: “dengan adanya peringatan tentang anjing yang terjangkit saya dan hasko segera menyadari tentang kesalahan-kesalahan yang kami buat pada penampilan tadi. Untuk membuktikannya kami pergi ke klinik di Munchen sebanyak 2 kali dan ternyata Hasko positif terinfeksi. Saya hanya bisa berharap ia segera pulih.”
Urutan ke tiga diraih oleh Julian Clement dan Dusty van Tickerhook dari Belgia. 97 Poin dari fase mencari jejak. Si anjing dengan tenang melakukan tugasnya, sedikit masalah pada paha belakang tidak membuat performanya menurun saat melakukan tugas. ‘Kepatuhan’ dimulai dengan urutan yang indah dan penuh keteraturan. Ia duduk dengan cekatan dan memperhatikan perintah dari pawangnya menuju arena juga dilakukan dengan berdiri elegan. Proses menghampiri pawang dinilai sempurna, sikap sebelum duduk dan sikap akhir juga sangat baik. Tiga kali pengembalian dumble dianggap sangat baik. Ia berlari dengan cepat, mengejar, dan mengembalikan dengan baik. Pada proses melewati rintangan ia harus menjaga kayu yang dibawa dengan kuat dan hati-hati agar tidak terjatuh. Namun juri menganggap semua itu kurang cepat dengan memberinya nilai 94 poin.
Pada penyerangan yang dilakukan ia menggonggong pada lengan target, dan menggigit namun cengkramannya tidak kuat, gigitan yang tidak kuat membuat mudah terlepas dari tangan helper. pada tugas ‘membawa’ mereka terburu-buru dan pawang mengambil jarak yang terlalu jauh. Pada tugas penjagaan Dusty menggonggong pada helper, mendeteksi target lengan dan cukup semangat menyerang. 95 poin.
Hannu Liljegren (Finlandia) menjadi terbaik ke dua bersama Ratsumetarin Gonrad dengan 99 poin. Mereka mencari jejak dengan sangat baik, Gonrad sedikit membuat kesalahan, fokus, gembira dan riang. Wasit Ferre memberi nilai ‘mengesankan’. Tugas duduk dilakukan dengan cepat dan pawangnya mengamati dengan baik. Respon cepat dari Gonrad dengan menggonggong dan berdiri, setelah itu langsung duduk dan menutup aksi.
Tugas ‘membawa’ kembali harus dilakukan setenang tugas duduk. Pada tugas ‘membawa’ Liljergen mengambil jarak yang jauh, kemudian melempar dumble untuk dikejar. Si anjing siap mengejar dan menangkap dumble dengan tepat dan kuat. Ia berhasil membawa kembali ke Liljergen. ‘menawan’. Gonrad berjalan dengan cepat. Durasi yang dilakukan membuat wasit Viktor dari Ukraina memberi nilai 94.
Fase penjagaan Gonrad memulai dengan lompatan yang mengesankan. Ia langsung memulai dan menggonggong dengan keras, menyentuh tangan target dan mencengkram kuat. Si helper menjadi sasaran empuk Gonrad. Gonrad terus menggonggong menunjukkan kekuasaannya.
Pada tugas ‘membawa’ selanjutnya ia terlihat siap dan mandiri, berdiri berdampingan dengan sang pawang. 96 poin.
Juara dunia 2011 adalah Teemu Parviainen dan Maise’s Bonifatius dari Finlandia. ujian pertamanya adalah penjagaan. Si anjing selama pertandingan berkonsentrasi penuh. Menjaga daerahnya dengan gagah berani. Posisinya stabil, gonggongannya taratur. Pada posisi berjaga ia merespon panggilan pawang dengan benar, posisi mengintainya paling baik dibanding peserta lainnya.
Bonifatius menyadari dua kelemahan pada fase menggigit: cengkraman pada saat pelarian dan cengkraman ringan pada pertahanan terakhir. Ia menunjukkan pekerjaan kelas dunia. Dia menuju pawang dengan enerjik, konsekuen dan cengkraman sempurna. Setelah itu memperlihatkan sikap melepas cengkraman yang baik. Mengawasi target, menggonggong dan meninggalkannya dengan tatapan tetap mengawasi. 98 poin.
Kepatuhan dilaksanakan pada pukul 06.30 oleh tim ini. Urutan dilakukan dengan irama teratur. Si anjing bergembira riang tetapi tetap konsentrasi dan menjejakkan kaki dengan kuat. Semua tugas dikerjakan dengan aktif. Tugas duduk dilakukan dengan cepatnya, menuju arena juga dilakukan dengan cepat. Berdiri dengan segera dan siap dalam posisi sempurna. Sikap jalannya terlihat anggun dan sempurna. Tiga ujian mendapatkan nilai ‘baik’.
Pada tugas ‘membawa’ kayu yang besar harus dikejarnya dan dikembalikan dengan cepat. Ia bisa! Menakjubkan. Parviainen melempar kayu dan si anjing segera mengejarnya dengan kejaran dan lompatan, ia mendapatnya dengan pendaratan sempurna. Selama perjalanan tidak terlihat kekurangan pada posisi membawa kayu. Ia menjaganya dengan kuat. 95 poin untuknya. Pada tugas mencari jejak Teemu dan Maise’s mendapat 98 poin. Mereka beruntung pada saat tugas mencari jejak angin bertiup dan membuka persembunyian. Mereka menyelesaikan tugasnya dengan mudah.
Kejuaraan berikutnya akan diadakan di Steyr – Austria pada tanggal 4-8 Oktober 2012.